Minggu, 26 Agustus 2012

Tertawa Bikin Rahim Subur

Ghiboo.com - Tertawa merupakan obat mujarab bagi kesehatan Anda.
Percaya atau tidak, hasil penelitian tentang fertilitas dan ketidaksuburan menyebabkan wanita yang dihibur dengan 'lawakan' atau 'tertawa' gembira sebelum berhubungan seks, memiliki kemungkinan hamil 15% lebih besar.

Hal ini terjadi karena tertawa mempengaruhi sistem imunitas yang berperan dalam proses pembuahan.
Satu hari yang diwarnai 'cekikikan', para wanita dapat mengurangi rasa cemas dan stres sekaligus memperlancar peredaran darah.
"Satu lagi alasan untuk tetap setia menonton film komedi setiap hari," ujar Shevach Friedler, M.D, salah satu peneliti.

(Majalah Fitness Indonesia, edisi September 2011)

Neil Armstrong Meninggal Dunia

REPUBLIKA.CO.ID, -- Mantan Astronot AS, Neil Armstrong, manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan meninggal dunia. Ia meninggal di usianya yang ke-82. Hal itu diumumkan oleh keluarga Armstrong, Sabtu. Armstrong sebelumnya sempat menjalani operasi jantung awal bulan ini, dua hari setelah ulang tahunnya ke-82 di tanggal 5 Agustus 2012.


Sebagai pimpinan misi Apollo 11, Armstrong menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan, tepatnya pada 20 Juli 1969. Saat menginjakkan kaki di permukaan yang berdebu itu, Armstrong mengatakan, "Ini satu langkah kecil untuk satu orang, tapi ini lompatan raksasa bagi umat manusia."
Kata-kata ini kemudian menjadi salah satu kutipan paling terkenal dalam bahasa Inggris. 

Armstrong yang saat itu berusia 38 tahun sebenarnya tidak terlalu ingin hal itu menempatkannya di puncak prestasi manusia. Dia bahkan mengaku frustasi akan banyaknya pujian yang dialamatkan padanya.
Ia pernah ditanya dalam satu kesempatan tentang bagaimana perasaannya mengetahui jejak kakinya kemungkinan akan tetap di permukaan bulan selama ribuan tahun. Lalu ia menjawab, "Aku berharap bahwa ada seseorang yang berjalan di sana suatu hari nanti dan membersihkan jejak itu," katanya. 
 
Sumber : Yahoo News 
Tgl Akses : Minggu 26 Agustus 2012

Rabu, 22 Agustus 2012

Doktrin Gereja Scientology: Yesus Kristus Tak Ada

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Nama Gereja Scientology tiba-tiba kembali ke permukaan setelah perceraian pasangan papan atas Hollywood, Katie Holmes dan Tom Cruise. Demikian wawancara Allison Hope Weiner dengan ahli Scientology, Mark Ebner, di acara Media Mayhem.


Dalam wawancara itu, Ebner mengungkapkan, alasan Holmes memutuskan meninggalkan suaminya yang merupakan penganut taat Scientology itu adalah doktrin. Kata Ebner, dalam doktrin yang dibuat pendirinya Lafayette Ronald Hubbard, disebutkan jika Yesus Kritus tidak ada dan hanya merupakan implan alien. Manusia berasal dari sumber yang disebut Thetan dan merupakan keturunan alien.

"Doktrin ini tentu saja menganggu Katie yang merupakan penganut Katolik Roma. Jika Anda dibesarkan dalam agama itu dan tiba-tiba ada yang mengatakan sesuatu yang berbeda tentu saja Anda akan merasakan terganggu," kata Ebner, yang dikenal sebagai jurnalis investigasi dan penulis buku laris New York Times "Hollywood, Interrupted" bareng Andrew Breitbar

Aktris berusia 33 tahun ini memasukkan gugatan cerainya di negara bagian New York, Amerika Serikat (AS) dengan harapan agar mendapatkan hak asuh tunggal atas putri semata wayangnya Suri yang kini berusia 6 tahun. Menurut informasi, Holmes sengaja melakukan itu agar Cruise tak memiliki hak untuk memutuskan masa depan Suri.Sementara, negara bagian California tempat pasangan itu menikah biasanya memberikan hak pengasuhan bersama untuk anak-anak jika mereka bercerai.

Cruise dikabarkan ingin Suri bergabung dengan organisasi militan Scientology, Sea.org, yang membuat Holmes ketakutan karena anak-anak usia dini dididik dengan cara militer di tempat yang sangat dirahasiakan.

 Source : Tribunnews

Ingin Menambah Ukuran Penis

Akhir-akhir ini istri saya sering mengeluh sewaktu berhubungan badan dengan saya. Karena ukuran penis saya tidak seperti yang diinginkan istri, yaitu panjang dan besar. Yang ingin saya tanyakan, apakah masih bisa menambah ukuran penis di usia mendekati 53 tahun? Terima kasih.

Pengirim : +6285381179xxx

Secara Alami Tidak Bisa

Sebetulnya ukuran besar kecil alat kelamin tidak menjadi penentu untuk menjamin kepuasan istri. Belum tentu yang besar memuaskan, dan begitu juga yang kecil. Yang terpenting adalah dapat berfungsi secara normal dan dengan waktu yang optimal. Bapak tidak perlu berkecil hati dengan ukuran yang dimiliki.

Untuk memperbesar alat kelamin secara alami memang tidak bisa. Hanya bisa dilakukan dengan manipulasi yaitu dengan suntik silikon. Namun penyuntikan ini mengandung risiko yang cukup besar dan belum tentu sesuai dengan yang diharapkan.

Sebaiknya Anda menjaga fisik supaya selalu bugar, sehingga dapat menjalankan tugas secara normal. Terima kasih.

dr Syafei M Hamzah SpKK
Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin
RSUAM

Selasa, 21 Agustus 2012

Perempuan dengan Dua Vagina Ditawari Main Film Porno

TRIBUNLAMPUNG.co.id - Perempuan yang memiliki dua vagina asal Inggris ditawari satu juta dollar AS ( Rp 9 miliar) agar ia mau bermain di film porno. Demikian dilansir The Sun, Sabtu (21/1/2012).


Hazel Jones (27) mengungkapkan kondisinya yang disebut uterus didelphys di acara This Morning pada awal bulan ini. Si cantik berambut pirang yang mengaku suka ke klub seks bersama sang suami menerima tawaran bermain di film esek-esek oleh bos film porno, Steve Hirsch.

Bos dari perusahaan Vivid Entertainment menulis surat dan memberikan tawaran serta memberikan selamat mengenai kondisi yang dimilikinya lalu menyebutnya sebagai wanita yang luar biasa.

"Saya ingin memberikan tawaran kepada Anda agar bersedia bermain di produksi Vivid. Kami akan membayar satu juta dollar jika Anda bersedia," tulis Hirsch. Hazel memiliki dua tuba falopi dan membuatnya memiliki dua uterus, dua vagina, dan dua serviks. Hazel merasa bangga atas apa yang dimililinya itu.

Source : Tribunnews

Wanita dengan Dua Vagina

VIVAnews - Hazel Jones selalu menderita kram dan sakit luar biasa setiap kali menstruasi. Cemas mengidap penyakit serius, ia segera periksa ke dokter. Di usia 18 tahun, ia menerima diagnosis mencengangkan: ada dua vagina di organ reproduksinya. 


"Saya sekarang tahu kenapa haid saya banyak dan menderita sakit luar biasa setiap menstruasi, karena saya memiliki dua rahim," ujarnya, seperti dikutip Daily Mail.

Wanita 27 tahun asal High Wycombe mengalami kondisi langka yang disebut uterus didelphys. Selain dua lubang vagina, ia juga memiliki dua rahim (uterus) dan dua leher rahim (serviks) terpisah. Dengan kondisinya, ia memiliki pengalaman kehilangan keperawanan dua kali.

"Ketika saya mengetahui apa yang saya alami, saya mengatakannya pada semua orang. Saya kira ini luar biasa. Jika ada perempuan yang ingin melihatnya, saya dengan senang hati akan menunjukkannya. Ini bukan sesuatu yang memalukan buat saya," katanya.

Hazel tak lagi cemas. Kondisi langka itu tak membahayakan kesehatannya. Ia juga tak lagi malu dengan lingkungan sosial yang sempat menertawakannya soal pemakaian tampon. "Saya pernah bertanya ke teman-teman di lubang mana tampon dimasukkan, saya merasa bodoh karena mereka berpikir saya akan memasukkan tampon ke lubang bokong," ujarnya.

uterus ganda 
Dr Dawn Harper yang menangani Hazel menjelaskan bahwa kondisi itu akibat pembentukan organ seksual yang tak sempurna semasa dalam kandungan. Ketika berkembang di rahim, janin perempuan memiliki dua saluran yang ketika lahir akan menyatu membentuk satu uterus. "Wanita yang memiliki dua uterus terpisah benar-benar jarang," ujarnya.

Hazel mulanya merasa tak nyaman saat melakukan hubungan seksual. Namun, ia menolak tawaran operasi karena khawatir akan meninggalkan bekas luka parut di perutnya. "Jadi kalau saya hamil, saya harus sangat berhati-hati jangan sampai hamil di rahim yang satunya lagi," ujarnya.

Harper menambahkan, Hazel mungkin harus melewati proses persalinan caesar karena memiliki uterus yang berukuran lebih kecil dari wanita normal. Hazel juga harus menjalani dua kali tes papsmear saat periksa kemungkinan terkena kanker serviks. (eh)

Asap Rokok Bikin Sperma Bermutasi

TRIBUNLAMPUNG.co.id - Sebuah penelitian menyebutkan, terlalu sering menghisap udara di sebuah ruangan berasap dapat merusak sperma.

Ini terlihat pada penelitian baru yang menunjukkan bahwa mencit yang terkena paparan asap secara terus menerus mengalami kerusakan DNA sperma bahkan mutasinya berlanjut pada keturunannya kelak.

Dalam penelitian tersebut, peneliti memompa asap tembakau langsung ke kandang binatang selama 2 minggu selama kurang lebih 20 sampai 90 menit per hari. Kemudian mereka menemukan wilayah tertentu dari DNA sperma menunjukkan sifat-sifat yang rusak dan kemungkinan besarnya akan diteruskan ke keturunannya kelak.

"Asap tersebut memicu peningkatan kelainan pada jumlah dan struktur kromosom di bagian sperma" jelas Olivia Caron juru biacara lembaga kesehatan Health Canada yang melakukan penelitian ini, seperti dikutip dari Sehatnews.

Fakta ini pun dihubungkan pada perokok pasif yang sering menghirup udara berasap rokok pada sebuah bar. "Terlihat lebih dari 4.000 bahan kimia yang mengancam perokok pasif 70 zat di antaranya diketahui menyebabkan kanker dan mampu merangsang kerusakan genetik" jelas Caron lagi.

Namun peneliti mengaku masih membutuhkan penelitian lanjutan yang menggambarkan zat yang menyebabkan mutasi pada sperma tersebut.(*)

Remaja Anggap Seks Pranikah Itu Biasa

TRIBUNLAMPUNG.co.id-Berhubungan seks pada zaman modern sekarang ini tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang ’suci’ atau sakral lagi.

“Jika ada kesepakatan dari si pria dan wanita, terjadilah yang namanya hubungan badan,” kata Seksolog dan androlog Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila Sp.And di sela workshop “Male Infertility” yang menjadi bagian Pertemuan Ilmiah Tahunan Persandi VI dan Perkumpulan Andrologi Indonesia (Pandi) XX yang berlangsung di Hotel Patra Jasa Semarang, Rabu (18/4/2012)

Kalangan remaja pada zaman sekarang, kata Wimpie yang juga Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) itu, menganggap seks pranikah bukan sesuatu yang menyimpang, dan cenderung mudah melakukan hubungan seks.

Kehamilan, lanjut dia, merupakan konsekuensi dari hubungan seks. Namun, para remaja yang melakukan seks pranikah itu cenderung menempuh jalan pintas jika terjadi kehamilan, yakni memutuskan melakukan aborsi.

Bahkan, Guru Besar Andrologi Universitas Udayana Bali itu menyebutkan kasus aborsi di Indonesia selama ini lebih tinggi daripada negara-negara lain di Asia, seperti Singapura dan Korea Selatan.(sehatnews.com)

Pupil Membesar saat Lihat Video Erotis Wanita

Mata ternyata bisa mengungkapkan ketertarikan seseorang pada lawan jenis atau sesama jenisnya. Orang heteroseksual akan mengalami pembesaran pupil saat melihat lawan jenisnya, sebaliknya kaum homoseksual pupilnya membesar saat melihat pria lain.

Saat seseorang melihat gambar erotis dan menjadi bergairah, pupil mereka akan membesar, sebuah reaksi yang tidak disadari. Karena itu para ilmuwan menilai pembesaran pupil bisa menjadi cara untuk melihat orientasi seksual seseorang.

Kaitan antara ukuran pupil dengan gairah sebenarnya sudah lama diketahui. Pada abad ke-16 di Italia para gadis memakai tetes mata yang terbuat dari racun herbal yang akan membuat pupil mata mereka membesar. Mata yang terlihat membesar itu dianggap sebagai penampilan yang menggoda.

Baru-baru ini para ilmuwan dari Universitas Cornell melakukan ekperimen untuk menunjukkan bahwa pembesaran pupil yang terjadi sesuai dengan perasaan mereka sebenarnya. Penelitian melibatkan 165 pria dan 160 wanita, baik yang gay, heteroseksual, atau biseksual.

Para partisipan itu kemudian diputarkan rekaman video erotis pria, wanita, dan pemandangan, masing-masing berdurasi satu menit. Selama menonton video itu, sebuah kamera bergerak merekam pupil untuk mengukur adanya perubahan sekecil apa pun dari pupil. Kemudian para partisipan ditanya perasaan saat melihat video-video itu.

Hasilnya menunjukkan bahwa pembesaran pupil yang terjadi sesuai dengan pola seperti pada penelitian tentang efek gairah pada organ genital.

Pada responden pria, hasilnya sangat jelas. Jika mereka heteroseksual, pupil mereka membesar saat melihat video erotis wanita. Pria biseksual merespon sama pada video wanita dan pria.

Pada wanita, ternyata agak sedikit kompleks karena pupil mereka membesar saat melihat video pria dan wanita. Menurut Savin-William, ketua peneliti, hal itu karena pengaruh evolusi menyebabkan wanita merespon pada stimulus seksual meski pun sebenarnya tidak menarik.

Source : Kompas.com

Sensasi Seks dari Sex Toy

Minggu, 13 November 2011 13:21 WIB

TRIBUNLAMPUNG.co.id - Penggunaan sex toy kini bukan hal yang tabu lagi bagi pasangan suami istri. Malah, alat bantu seks ini terbukti menimbulkan sensasi seks yang berbeda, bahkan mayoritas pengguna vibrator mengatakan mereka lebih terpuaskan.

Dalam survei yang dilakukan terhadap lebih dari 3.000 orang Amerika terungkap, kebanyakan menganggap positif penggunaan vibrator. Bahkan pengguna sex toy ini mengatakan dampak kepuasannya sangat tinggi.

Menurut ketua peneliti, Debra Herbenick, ini adalah survei pertama yang dilakukan untuk mengetahui dampak vibrator dalam kepuasan seks. Studi ini melibatkan responden pria dan wanita berusia 18-60 tahun.

Para partisipan ditanyakan apakah mereka setuju atau tidak setuju dengan persepsi positif (seperti vibrator membuat wanita mudah mencapai orgasme) dan persepsi negatif (seperti vibrator membuat penggunanya jadi bergantung atau pasangannya jadi terintimidasi).

Ternyata lebih dari separuh partisipan mengatakan setuju atau sangat setuju pada seluruh persepsi positif akan vibrator.

Pengguna vibrator yang setuju pada persepsi positif dan menggunakan alat ini dalam 30 hari terakhir menyebutkan tingkat gairah seksual mereka meningkat. Demikian pula dengan lubrikasi, orgasme, dan kepuasan seksual mereka. Di lain pihak rasa nyeri selama hubungan seks berkurang.

Hasil penelitian ini juga menepis banyak anggapan bahwa pemakaian vibrator akan membuat pasangan merasa terintimidasi. Pasangan yang saling terbuka akan keinginan dan ketertarikan dalam seks justru merasa paling puas. Karena itu para pengguna vibrator yang berterus terang pada pasangannya merasa sangat puas akan hubungan seksnya.

"Ini bukan hanya soal penggunaan vibrator tapi juga kemampuan saling berbagi pada pasangan, termasuk pada hal yang bersifat paling pribadi seperti keinginan memakai vibrator," kata Herbenick.

Sebelumnya di tahun 2009 Herbenick pernah melakukan penelitian mengenai prevalensi penggunaan vibrator pada perempuan dan laki-laki. Ia menemukan 53 persen wanita dan 45 persen pria pernah memakai vibrator. (*)

Editor : taryono
Source : Kompas.com
 
http://lampung.tribunnews.com/m/index.php/2011/11/13/sensasi-seks-sex-toy

Kamis, 16 Agustus 2012

Jangan Tertukar Al Quds Dengan Al Aqsa

Perhatian saya mengenai hal ini semakin menjadi. kekeliruan yang timbul akan membawa malapetaka untuk mereka yang terlanjur terdoktrinisasi dan mempercayai apa yang dilihat.

Tadi pagi saya sempat sedikit menonton salah satu acara stasiun TV swasta. biasa acara ini menampilkan beragam info unik. kali ini mereka membahas berbagai masjid bersejarah di dunia.
salah satu yang mengusik pikiran saya adalah ketik mereka menyebutkan salah satu masjid di jerussalem. masjid al- Aqsa. hal yang mengganggu saya adalah mereka menampilkan gambar ini

1326812895652713272
jelas ini merupakan satu kekeliruan yang fatal. bagaimana mungkin mereka menyebutkan kalau ini adalah masjid Al-Aqsa ?. ini jelas bukan masjid Al-Aqsa. melainkan bangunan lain yaitu Al-Quds.
bangunan ini telah menjadi ikon kota jerussalem. jika di paris ada menara Eiffel, di Roma ada Menara Pisa, di China ada Tembok Raksasa, maka di Jerussalem bangunan ini menjadi ikon. saya tak akan membahas banyak mengenai bangunan ini. tapi hal yang mau saya utarakan adalah betapa banyak dari kita yang telah terkecoh oleh media.

Inilah gambar sebenarnya Masjid Al Aqsa,
 
13268130441589034981

masjid ini terletak dekat dengan masjid Al-Quds

Masjid ini disebut oleh Rasulullah SAW dalam Hadits sebagai Masjid Biru karena mempunyai Kubah berwarna biru.Di Masjid inilah Nabi Muhammad SAW singgah ketika melaksanakan Isra Mi’raj dan Nabi SAW mengimami shalat berjamaah bersama 25 Rasul dan lebih dari 160.000 Nabi


media massa banyak mengeluarkan kekeliruan, Israel telah menggembar-gemborka kepalsuan kepada dunia melalui pertelevisian dan internet. dan menjual banyak gambar-gambar masjid berkubah kuning tersebut di Amerika kepada orang muslim di sana. sehingga gambaran umat muslim akan hal ini menjadi hilang dan kita semua akan tertipu.

Tujuan utama media Yahudi (dengan eksploitasiberita di CNN) menyamarkan Masjid Sakhra sebagai Masjid Aqsa adalah agar Yahudi bisa menghancurkan Al Aqsa dan membangun“Solomon Temple” (Kuil Sulaiman) pada bekas reruntuhan Al Aqsa.
jadi, untuk Anda yang belum tau dan baru mengetahuinya, jangan terkecoh lagi ya :)
mudah-mudahan bermanfaat …

1326813099674046878

Iqbal Tawakal



Sumber Berita : http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/jangan-tertukar-al-quds-dan-al-aqsa.html

Shahih Bukhari yang Tidak Selalu Shahih


memang secara teori kemungkinan memiliki anak laki2 perempuan adalah 50:50, lalu bagaimana anda menanggapi hadist ini?

“Sesungguhnya di antara tanda hari Kiamat adalah ilmu diangkat, kebodohan muncul, perzinaan rnerajalela, minum minuman keras merebak luas, kaum pria sedikit dan kaum wanita banyak hingga lima puluh orang wanita hanya memiliki satu orang laki-laki yang menanggung urusan mereka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

mengenai hadits yang anda kutip adalah belum tentu apa yang ditulis Imam Bukhari itu adalah mengandung sebuah kesejatian dan kebenaran. Sebenarnya akan sangat panjang jika ingin menguraikan ilmu dan sejarah tentang terbentuknya hadits. tapi saya akan mencoba menjawab secara singkat sesuai apa yang saya ketahui.


Dalam semua literatur sejarah islam dari sumber manapun, Sunni, Syiah atau sekte lainnya akan anda dapati bahwa pada awalnya Rosul melarang keras para sahabat untuk menuliskan hadits. Padahal Rosul sendiri mempunyai kebijakan menulis smua dokumen dan konstitusi sepanjang hidupnya, termasuk didalamnya Piagam Madinah, tapi tidak utk hadits.

Kenapa hal ini dilarang keras?

Karena di khawatirkan akan bercampur baur dengan penulisan Al Qur’an. Sebagaimana kita ketahui, bahwa Al Qur’an pada awalnya blm menjadi sebuah kesatuan naskah sperti yang kita terima sekarang ini, maka kekhawatiran Rosul itu sangat beralasan. Hal ini dipegang teguh oleh para penerusnya- Khulafaur Rasyidin, yang juga sama sekali tidak mencatatkan atau inisiatif utk membuat catatan dan pengumpulan Hadits.

Lalu siapa yang mempunyai inisiatif utk mengumpulkan hadits?

Perintah pertama kali datangnya dari Khalifah paling legendaris dari Dinasti Umayyah, Yang Mulia Amirul Mukminin, Khalifah Umar bin Abdul Aziz (berkuasa dari 99-102 Hijriah), yang berkorespondensi dgn gubernurnya di Madinah (saya lupa namanya) utk mulai membukukan hadits. Lalu ulama yang pertama kali mengumpulkan hadits adalah (kalau tdk salah) Ar-Rabi bin Shabi dan Said bin Abi Arobah, smua hadits baik dhoif, shohih tmasuk di dalamnya perkataan para sahabat mulai dicatatkan.

Dalam kurun berikutnya Imam Malik (93-179 Hijriah) menyusun Kitab Al-Muwaththa (artinya yang disepakati / panduan / tunjangan), isinya adalah kumpulan hadits yang beliau kumpulkan beserta pendapat para ulama dan ulama tabiin. dari 100ribuan hadits yang beliau hafal, hanya 10ribu yang diakui sebagai yang sah. dan kemudian diperkecil lagi menjadi 5ribu, stelah diteliti oleh para ahli, dibandingkan dengan Qur’an dan dibandingkan dgn konteks kekinian (kala itu). Sejarah mencatat Imam Malik bekerja luar biasa hebatnya selama 40 tahun untuk menyusun kitab tersebut.

Terus berlanjut dengan kitab-kitab musnad lainnya yang dibuat oleh para ulama, salah satunya yang fenomenal adalah Kitab Al Musnad karya Ahmad bin Hambal atau lebih kita kenal sebagai Imam Hambali (164-241 Hijriah), berisi lebih dari 25ribuan hadits. Untuk informasi, mungkin anda sudah paham bahwa Imam Hambali salah satu guru dari Imam Bukhori (196-256 Hijriah). Kitab Shohih Bukhori sebenarnya bukan dibuat dalam satu kesatuan utuh seperti buku Shohih Bukhori yang sekarang dijual dan terpampang di toko buku, Gramedia atau Gunung Agung dan atau lainnya. Imam Bukhori-pun kadang membuat perubahan minor terhadap kitabnya sendiri. Shohih Bukhori atau aslinya disebut Al Jami’ash Shohih dijadikan satu oleh para muridnya, yang terkenal dan banyak di toko buku sekarang adalah himpunan dari Al Firabri, salah satu murid Imam Bukhari yang cemerlang.

Dari cerita sedikit diatas saya hendak menyampaikan bahwa, ada rentang yang amat panjang dari meninggalnya Baginda Nabi (11 Hijriah) hingga terbentuknya Shohih Bukhari, lebih dari 1,5 abad. tentunya ada kemungkinan hadits mengalami distorsi, belum lagi keadaan politik penguasa saat itu (dan sebelumnya). Saya ingatkan sedikit tentang Dinasti Islam yang pertama kali berdiri adalah Dinasti Umayyah, Dinasti ini berdiri di atas darah cucu Baginda Nabi (Hussein bin Ali) yang dibantai dan juga memaksa Hasan bin Ali (juga cucu Baginda Nabi) yang ditunjuk kala itu oleh warga Madinah menjadi Khalifah menyerahkan jabatan kepada Muawiyah bin Abu Sufyan (pendiri Dinasti Umayyah). Di masa awal Dinasti Umayyah mulai beredar sedikit tentang Hadits Politik. (sekilas info)

Kembali kepada Imam Bukhori. Menurut Info dari buku yang dikarang Mahmud Abu Royyah (Telaah atas Sunnah Muhammad) beliau menyunting 300ribuan hadits sehingga menjadi 2600an saja. Coba anda bayangkan 300ribuan berbanding 2600an. artinya menurut Imam Bukhori pada umumnya Hadits itu palsu atau lemah.

Artinya juga apa?
Bahwa Imam Bukhari tetap meng-kritisi, mempelajari, membandingkan smua hadits yang Beliau terima bahkan dari Ulama besar pendahulunya, juga termasuk gurunya. Smua ini dilakukan demi tujuan yang mulia, membimbing umat supaya berada di jalur yang benar. Maka dari itu kita sebagai penuntut ilmu jangan berhenti dan mengatakan kalau sudah Shohih Bukhori sudah pasti benar “dari sononya

Sejumlah Ulama banyak melakukan telaah kritis terhadap Shahih Bukhari, sekali lagi ini smua semata hanya utk supaya umat tetap di jalan yang lurus dan mendapat panduan yang benar, sesuai Al Qur’an dan konteks kekinian. Ada satu ungkapan dari Imam Bukhori sendiri yang amat terkenal dan tercatat sejarah, demikian kutipannya:

“Saya meninggalkan 10.000 hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang perlu dipertimbangkan dan meninggalkan hadits-hadits dengan jumlah yang sama atau lebih, yang diriwayatkan oleh perawi yang dalam pandanganku perlu dipertimbangkan”.

Nah kan, Imam Bukhori saja tidak kehilangan daya kritis. Sebaiknya kitapun tidak. Kalau ada yang kira-kira bertentangan dengan Al Qur’an dan kondisi masa kini, patut menjadi tanda tanya besar akan keaslian dan ke otentikan sebuah Hadits. Satu-satunya naskah yang terjaga keasliannya hanyalah Al Qur’an. Ada banyak hadits dari Shohih Bukhori yang perlu dipertimbangkan, saya ambilkan 3 saja,
http://haditsbukharionline.blogspot.com/2010/11/wedlock-marriage-nikaah.html
Hadits Bukhari Volume 7, Book 62, Number 6:

“Narrated Anas: The Prophet I used to go round (have sexual relations with) all his wives in one night, and he had nine wives”
Tanggapan singkat saya: apakah anda percaya bahwa Rosul sedemikian hebatnya setiap malam “berhubungan” dengan 9 istri. yang jadi pertanyaan, kapan sempat Rosul mengurus umat dan beribadah?
http://haditsbukharionline.blogspot.com/2010/09/knowledge.html
Hadits Bukhari Volume 1, Book 3, Number 77:

“Narrated Mahmud bin Rabi’a: When I was a boy of five, I remember, the Prophet took water from a bucket (used far getting water out of a well) with his mouth and threw it on my face.”

Tanggapan singkat saya: Islam dalam banyak literatur mementingkan kebersihan, makanya ketika hendak sholat kita diwajibkan berwudhu, setelah makan penting menggosok gigi, kebersihan sebagian dari iman dan sebagainya. Mungkinkah hal seperti yang dikatakan Hadits diatas terjadi dalam kehidupan Baginda Nabi?
http://haditsbukharionline.blogspot.com/2010/09/bathing-ghusl.html
Hadits Bukhari Volume 1, Book 5, Number 251:

“Narrated Abu Salama: ‘Aisha’s brother and I went to ‘Aisha and he asked her about the bath of the Prophet. She brought a pot containing about a Sa’ of water and took a bath and poured it over her head and at what time there was a screen between her and us.”

Tanggapan singkat saya: Kalaupun iya ada pelajaran tentang mandi, kenapa bertanya-nya tidak langsung ke Rasul atau sesama pria lainnya. bukan kepada perempuan. Ibu Aishah ini bukan perempuan sembarang lo, ini istri Baginda Nabi. Masakah iya ada “silhouette show” oleh ibu Aishah? anda juga percaya hal ini? saya rasa tidak.

Hadits lainnya yang diragukan dari Shohih Bukhori bisa anda cari sendiri. Kalau Imam Bukhori masih hidup tentunya amat bahagia apabila ada penyempurnaan dari kitab-kitabnya. karena berarti tradisi keilmuan dalam islam tidak berhenti di abad ketika beliau hidup saja.
Demikian tanggapan yang bisa saya sampaikan
Kebenaran (sekali lagi) hanya milik Allah semata
m.alquran-indonesia.com/mquran/index.php/quran/listings/details/17/30
QS. Al-Israa, ayat 36

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”

Artikel ini dilengkapi dgn pranala (hipertaut/hyperlink) di beberapa kata utk mempermudah memahami isinya. Dan jika anda meng-akses artikel ini melalui BlackBerry maka sampai tulisan ini dibuat- BlackBerry blm bisa menampilkan pranala secara native sebagaimana yg kita lihat lewat Web Browser via PC/Mac.

Untuk melihatnya silahkan cekidot di http://tinyurl.com/7fw82f5
Jangan lupa ikuti terus tanggapannya, insya Allah bukan sekedar debat kusir. Tapi ada tambahan ilmu yg diberikan kawan lain.

Nurcahyo Anggorojati

Sumber berita :

http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/shahih-bukhari-yang-tidak-selalu-shahih.html

Sejarah Lampung Yang Terserak

Biasanya setiap ke perpustakaan, saya memang sudah menentukan buku apa yang hendak dicari, tapi kali kemarin, saya benar-benar hanya ingin berwisata pikiran. Ketika sabtu kemarin (28/1) membuang kesuntukan dengan mengacak-acak buku di perpustakaan pusat UGM, saya menemukan buku sejarah mengenai Lampung. Dari sekian kali saya membaca mengenai hal ini, baru kali ini saya takjub, karena ternyata Kotaagung, kota kelahiran saya ini merupakan tempat pertama kali sang merah putih dikibarkan di bumi Lampung oleh penjajahan Jepang pada tanggal 24 Agustus 1945.

Sejarah Lampung memang masih penuh misteri karena keterbatasan data dan sumber sejarah yang akurat serta minimnya penggalian sejarah yang dilakukan para ahli sejarah. Ahli sejarah yang minat dan concern dengan Lampung kebanyakan dari luar, karena studi atau jurusan sejarah murni atau arkeologi di Lampung tidak ada, yang ada hanya FKIP sejarah yang outputnya menjadi guru.

Sejarah kuno daerah Lampung terbatas dalam sumber tradisional setempat dan sumber luar berupa babad. Dalam sumber tradisional diceritakan bahwa Lampung pada sekitar 200 tahun sebelum masehi sampai abad ke-4 masehi telah terdapat sebuah kerajaan bernama kerajaan Tumi. Rakyat kerajaan Tumi memeluk agama Budha. Selain kerajaan Tumi, di daerah ini berdiri pula kerajaan Tulangbawang, sebuah kerajaan besar yang daerah kekuasaannya meliputi daera Lampung dan Sumatera Selatan.

Pada abad selanjutnya, kerajaan yang ada di Lampung mengalami kehancuran karena diserang oleh kerajaan Chandra Gupta dari India. Rakyat dan para bangsawan kerajaan banyak yang melarikan diri dengan berlayar melalui sungai Komering dan mendirikan kerajaan baru di Siguntang Mahameru, yaitu Kerajaan Sriwijaya (Raja yang Jaya). Inilah cikal bakal dari kerajaan Sriwijaya yang mendunia, dimana letak kerajaan tersebut tercatat di Sumatera Selatan, namun mereka adalah orang Lampung yang melarikan diri.

Sementara itu, rakyat yang tetap di Lampung dan rakyat yang mengungsi ke Selatan kemudian bersatu mendirikan kerajaan baru. Pada saat itu dikenal adanya 3 orang raja yang taat memeluk agama Budha, yakni Prabu Kekuk Suik yang berkuasa di Lampung bagian Barat, Prabu Sida Sakti yang berkuasa di Lampung bagian Tengah dengan pusatnya di Gunung Rajabasa.

Berita mengenai keberadaan daerah Lampung telah disebutkan dalam babad pakuan atau babad pajajaran, yaitu yang terdapat pada syair ke-1978, 1620-1621 dan 1704. Dalam syair tersebut, diceritakan mengenai pemimpin Nusa Lampung Kidul yang gagah perkasa dan berbadan kebal senjata, yaitu Gajah Manglawu Maspanji Walungan Sari.

Pada saat itu, daerah Lampung merupakan daerah pengaruh agama Budha yang kuat, terbukti dengan diketemukannya 4 buah prasasti yaitu Prasasti Hara Kuning, Prasasti Palas Pasemah, Prasasti Batu Bedil dan prasasti Ulu Belu.

Pada masa penyebaran agama Islam di Indonesia, daerah Lampung masuk dalam pengaruh agama Islam yang disebarkan oleh Syarif Hidayatullah. Masuknya agama islam ke Lampung tidak banyak membawa ketegangan dan permusuhan karena dilakukan dengan cara damai, yaitu melalui persahabatan dan hubungan darah. Syarif Hidayatullah, seorang penyebar agama islam di Cirebon mempunyai 2 orang saudara yang menjadi penguasa di Lampung yaitu Ratu Saksi atau Ratu Daerah Putih dan Ratu Simaringgai.

Hubungan baik antara Lampung dengan Cirebon terus berlanjut pada saat penaklukan daerah Banten. Pada saat itu, Maulana Hasanuddin, putera Syarif Hidayatullah meminta bantuan Ratu Daerah Putih dalam mengislamkan daerah Banten bagian barat dan menaklukkan Raja Banten, Pucuk Umum. Setelah berhasil menaklukkan Banten, sebagian pasukan Lampung ada yang menetap di Lampung. Mereka diberi tanah di daerah Anyer Selatan (Anyer Kidul) yang sekarang dikenal sebagai sebuah enclave suku bangsa Lampung di Banten, yaitu Lampung Cikoneng atau desa Cikoneng.

Peninggalan dari masa Islam di daerah Lampung relative cukup banyak diantaranya beberapa kitab Alquran tulisan tangan dan juz amma yang ditulis pada kulit kayu serta naskah kuno aksara arab dan berbahasa melayu kuno yang masih disimpan oleh beberapa kepala adat di Krui. Di Sukan Lampung Utara dan Bojong Lampung tengah diketemukan naskah Undang-undang pangeran Banten yang berisi tentang hijratun Nabi Muhammad SAW.

Lampung, Tempat Pertama Kali Belanda Mendarat?

Pada masa kejayaan kesultanan Banten, daerah Lampung menjadi kekuasaan Banten yang potensial sebagai penghasil lada dan rempah-rempah lainnya yang diincar Belanda. Pada tanggal 29 Agustus 1602 armada VOC mendarat di Tanjung Tirom (Lampung) tetapi mendapat perlawanan sengit dari rakyat Lampung, sehingga terjadi pertempuran di Brunai, Keteguhan dan Teluk Betung Lampung.

Perlawanan rakyat Lampung melawan VOC Belanda terus berlanjut. Pada tahun 1825, pasukan Belanda dipimpin Lavevre menyerang Lampung untuk menangkap Raden Intan. Usaha ini mengalami kegagalan bahkan Levevre sendiri terbunuh. Perlawanan ini berlangsung dalam tiga periode, yaitu Raden Intan, Raden Imba Kesuma, dan Raden Intan II. Raden Imba Kesuma akhirnya harus menyingkir ke Linggai tapi tertangkap dan diasingkan ke Pulau Timor. Raden Intan II yang menggantikan Raden Imba Kesuma melanjutkan perlawanan hingga akhir hayatnya. Beliau meninggal karena penghianatan.

Pada waktu yang sama, di bagian Barat Lampung terjadi pula perlawanan terhadap Belanda yang dipimpin oleh Batin Mangunan dari Teluk Semangka Kotaagung (1825-1826). Perlawanan terjadi pula di Lampung Utara yang dipimpin pangeran Indera Kesuma yang akhirnya menyingkir ke Bengkulu yang dikuasai Inggris.

Perlawanan-perlawanan yang dilakukan rakyat Lampung tidak membuahkan hasil. Akan tetapi, sedikit banyak keberadan Belanda di Lampung tidak pernah bisa tenang karena rakyat Lampung terus melakukan perlawanan secara sporadis. Oleh karena itu, kedudukan residen Belanda berpindah-pindah antara lain di Menggala, Gunung Sugih, dan akhirnya di Teluk Betung.

Pemerintah Belanda di Teluk Betung dipimpin oleh Residen J. Walland, seorang Asisten Residen Bengkulu. J. Walland dipilih sebagai Residen Lampung karena telah berhasil mempelajari hukum adat Sumatera Selatan dan melakukan kodifikasi hukum adat Bengkulu, yaitu Simboer Tjataya Bengkulu.

Pemerintah Belanda di Lampung berakhir dengan datangnya tentara pendudukan Jepang pada tahun 1942. Akhirnya pada 24 Agustus 1945 tentara pendudukan Jepang harus menyerahkan kekuasaan pada Pemerintah RI yang baru merdeka dengan ditandai upacara penurunan bendera Jepang diganti oleh Sang Merah Putih di Kotaagung.

Demikian sekelumit hasil bacaan saya mengenai sejarah Lampung dari penelitian tentang kebudayaan masyarakat Lampung yang diteliti oleh Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung, Proyek pemanfaatan Kebudayaan Daerah Jawa Barat tahun 2003 yang ternyata buku ini memang tidak diperjualbelikan dan terbatas pada kalangan tertentu. Semoga bermanfaat.

Yogyakarta, 30-1-2012.
Selvi Diana Meilinda

Sumber : http://yasirmaster.blogspot.com/2012/01/sejarah-lampung-yang-terserak.html

Minangkabau : Masyarakat Komunis Tertua Pertama Didunia

The Father of Our Founding Fathers, Tan Malaka, pernah mengatakan bahwa Minangkabau adalah masyarakat komunis yang tidak mengenal penjara. Pendapat ini bukan sekedar sindiran Tan Malaka terhadap kaum Bolsevhik Soviet yang pasca revolusi gandrung sekali memenjarakan orang. 

Suatu hal yang menjadi paradoks dari tujuan komunisme untuk membebaskan masyarakat dari penindasan dan keterasingan. Ucapan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka itu berangkat dari sebuah pemahaman mendalam tentang sistem sosial di tengah-tengah masyarakat Minangkabau yang peradabannya telah berlangsung dan berkembang selama beberapa abad. 

Ini bukanlah tesis baru tentang masyarakat Minangkabau karena sejarah telah membuktikan bagaimana surau pernah menjadi tempat pembibitan komunis sebelum kita menakar komunisme dalam tafsir tunggal anti Tuhan. Surau Jembatan Besi yang menjadi episentrum pendidikan Sumatra Thawalib di Padang Panjang adalah salah satu tempat yang paling aktif sebelum penindasan komunis oleh pemerintah kolonial tahun 1926. 

Tetapi apakah sejarah komunis di Minangkabau hanya sebatas gelora masa-masa bergerak sebelum exorbinte rechten memberi kebebasan pada pemerintah kolonial untuk membuang setiap kata “tidak” ke neraka Boven Digoel ? Ternyata tidak, komunisme di Minangkabau telah tumbuh dan berkembang bahkan sebelum teori itu dicetuskan.

Lewat metodogi materialisme sejarah, Karl Marx menyatakan bahwa yang menentukan perkembangan masyarakat bukanlah kesadaran masyarakat, atau apa yang dipikirkan masyarakat tentang dirinya. Tetapi keadaan riil masyarakat itu sendiri yang mencerminkan kondisi dan situasi hidup masyarakat. 

Sejarah terbentuk dari fakta-fakta yang nyata bukan gagasan abstrak yang pada akhirnya menggiring pada kesadaran palsu dimana kelas tertentu dalam masyarakat menggunakannya sebagai dalih untuk menguasai kelas lainnya. Cikal bakal monarki absolut seringkali muncul dari keyakinan palsu bahwa seorang raja adalah perwujudan Sang Pencipta dalam raga manusia. 

Masyarakat menerima takdirnya sebagai hamba dari penguasa yang ditentukan oleh garis keturunan. Dengan kesadaran yang demikian maka keluarga raja memiliki hak ekslusif untuk menguasai alat-alat produksi yang memberikan keleluasaan kepada mereka untuk terus mengendalikan masyarakat. Ketika kekuasaan semakin bertumbuh muncullah golongan bangsawan dimana para raja mendelegasikan kekuasaan atas alat-alat produksi dan wilayah kepada mereka. Elitisme ini memunculkan budaya feodal.

Sebagaimana kebanyakan kesadaran awal manusia tentang kekuasaan, masyarakat Minangkabau pada awalnya tumbuh dan berkembang dalam budaya monarki yang berakar pada interaksi sosial yang bersifat paternalistik. Dalam tambo adat alam minangkabau dijelaskan, kekuasaan di Minangkabau bersumber dari raja-raja yang diturunkan oleh Sri Maharajo Dirajo. Pada masa itu, raja menjadi sumber kebenaran. 

Hukum yang tertuang dalam ketentuan simumbang jauah, sigamak-gamak dan silamo-lamo memberikan gambaran kepatuhan kolektif masyarakat kepada penguasa. Pada saat kekuasaan diwariskan kepada Suri Dirajo, Hukum Tarik Baleh berlaku dimana keadilan ditegakkan dengan cara memberikan balasan setimpal untuk setiap tindakan yang dilakukan. Ini juga memberikan gambaran betapa begitu berkuasanya raja yang menyebabkan rakyat menjadi terasing dan tertekan.

Rezim monarki ini kemudian diteruskan oleh putra Suri Dirajo, Datuak Sri Maharajo. Raja ini kemudian menikah dengan putri Indahjaliah dan dikarunia dua orang anak, Sutan Maharajo Basa dan Putri Jamilan. Sayangnya, Datuak Maharajo Basa tidak berumur panjang sehingga sepeninggalnya Putri Indahjaliah menikah lagi dengan Cati Bilang Pandai dan dikarunia seorang anak yang diberi nama Sutan Balun. 

Lebih dari enam abad sebelum Marx dan Friedrich Engels mencetuskan manifesto komunis Sutan Balun meretas takdirnya sebagai tokoh yang akan melakukan revolusi komunisme di alam Minangkabau. Tentu kita bisa berdebat, apakah dalam tempo sebelum kelahiran manifesto komunis itu semuanya hanya bisa dilabeli dengan sebutan komunisme primitif dan utopis atau jangan-jangan justru inilah komunisme ilmiah yang lahir jauh sebelum komunisme itu menjadi teori reaksi terhadap kapitalisme.

Engels menegaskan bahwa sejarah peradaban manusia adalah sejarah pertentangan kelas di antara kelas-kelas yang berkuasa dalam berbagai tahap perkembangan sosial. Pertentangan kelas hanya mungkin terjadi, menurut Marx, jika didahului oleh kesadaran kelas yang didorong oleh identifikasi diri yang sama dan solidaritas. Marx juga menjelaskan bahwa sumber pertentangan kelas adalah masalah ekonomi. Tetapi Max Weber, walaupun setuju dengan Marx, memberi sedikit koreksi bahwa pertentangan kelas juga bisa bersumber pada prestise dan kekuasaan. 

Dalam kasus Sutan Balun, ketika dia beranjak dewasa, muncul kesadaran dalam dirinya bahwa sebagai saudara satu ibu sang raja yang sama sekali tidak berkuasa terhadap mahkota raja, posisinya tidak jauh berbeda dengan rakyat kebanyakan. Dia mulai merasakan betapa keputusan-keputusan yang menjadikan raja sebagai daulat kebenaran tidak semuanya memberikan maslahat kepada rakyat. Walaupun terlahir dari rahim yang sama, di atas dunia Sutan Balun menyadari bahwa dia berada dalam kelas yang berbeda dengan sang raja. Untuk beberapa tahun dia membuang diri jauh dari Minangkabau, menjadi eksil untuk menghindari pertentangan.

Konon ketika Sutan Balun kembali, terjadi sebuah peristiwa unik. Anjing miliknya menggigit seorang dubalang raja. Sutan Balun didakwa di depan raja. Tetapi dalam hukum tarik baleh tercantum ketentuan, untuk setiap tindakan kejahatan harus dibalas dengan cara yang sama. Artinya dubalang raja harus balik menggigit anjing tersebut. 

Sutan Balun punya kesempatan menggugat kebenaran ala Sutan Maharajo Basa dan seolah-olah mengatakan bahwa raja yang senantiasa memutuskan seorang diri tidak bisa selamanya menjadi sumber kebajikan. Sutan Balun mendesakkan sebuah perubahan, ini menimbulkan kesadaran kelas di kalangan rakyat banyak dengan sebuah keyakinan bahwa karena hukum dipakai oleh rakyat banyak maka ketentuan hukum haruslah juga sesuai dengan aspirasi masyarakat banyak. 

Bibit-bibit demokrasi mulai tumbuh, mereka yang berhimpun dengan Sutan Balun membentuk Partai Bodi Caniago dan oleh pengikutnya diberi gelar, Datuak Parpatiah Nan Sabatang. Konon dari asal katanya Bodi Caniago berarti, Budi yang curiga suatu sikap skeptis yang senantiasa mencurigai kekuasaan. Sedangkan para pengikut Sutan Maharajo Basa membentuk partai Koto Piliang yang menurut asal katanya berarti Kata Pilihan, suatu frasa yang menggambarkan sikap aristokrat yang penuh kehati-hatian. Oleh kelompok partisannya, Sutan Maharajo Basa diberi gelar Datuak Katumanggungan.

Dalam teori-teori komunisme klasik, -sebelum apa yang disebut komunisme itu muncul lewat sosok monster negara yang menakutkan-, demokrasi menjadi prasyarat penting menuju tahapan masyarakat komunisme yang bebas dari keterasingan, tekanan dan kelangkaan. Demokrasi memberi ruang kepada setiap anggota masyarakat untuk menentukan keputusan ekonomi dan politik. 

Datuak Parpatiah Nan Sabatang menyadari untuk membebaskan setiap individu dari ketakutan dan ketaatan buta terhadap raja dia harus mampu mendorong identifikasi diri masyarakat dan sikap solidaritas yang bermuara pada kesadaran kelas Bodi Caniago. Dalam pertarungan dialektika antara dua kelompok ini kemudian terbukti Datuak Parpatiah dan Bodi Caniago mampu menyeret Datuak Katumanggungan dan Koto Piliang dalam gelombang perubahan.

Di Balai Sari Nan Tujuah Baleh Ruang, demokrasi lahir di alam Minangkabau yang mungkin tempo waktunya tidak berjarak jauh dengan kelahiran Magna Charta di Inggris. Tujuh belas ruang di balai itu dibagi tiga, Balai Nan Saruang atau satu ruang digunakan sebagai tempat merumuskan undang-undang. Delapan ruang sebelah kanan digunakan sebagai tempat perundingan. Sedangkan delapan ruang sebelah kiri digunakan sebagai tempat rakyat menyampaikan suara mereka. Datuak Parpatiah ditunjuk sebagai ketua formatur perumus undang-undang untuk menggantikan hukum raja yang sebelumnya menjadi daulat kebenaran. 

Dari permufakatan itu muncullah undang-undang yang didasari oleh semangat partisipasi, emansipasi dan aspirasi bernama Tuah Sakato. Pada hakekatnya Tuah Sakato adalah sebuah revolusi konstitusional yang berhasil diinisiasi oleh Partai Bodi Caniago yang mereduksi kekuasaan aristokrat Koto Piliang. Tuah Sakato menandaskan satu hal penting bahwa hukum tidak lagi bisa ditetapkan oleh raja tetapi oleh orang banyak sebab orang banyak pula lah yang akan memakai hukum itu. Maka Tarik Baleh berganti dengan Alur dan Patut.

Tuah Sakato mengubah Minangkabau dari monarki absolut menjadi monarki konstitusional. Partai Bodi Caniago dan Koto Piliang disebut dengan istilah Lareh Nan Duo yang hidup di Luhak Nan Tigo. Dalam Tuah Sakato juga dirumuskan apa yang disebut dengan Adat Nan Dibuhua Mati dan Adat Nan Dibuhua Sintak. 

Adat nan Dibuhua Mati adalah ketentuan adat yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan, sedangkan Adat Nan Dibuhua Sintak adalah ketentuan yang menyesuaikan dengan tempat dan waktu. Ini memberi ruang kepada Datuak Parpatiah bergerak lebih jauh memaksa Datuak Katumanggungan untuk memberikan otonomi seluas-seluasnya kepada setiap Nagari yang ada di Minangkabau. 

Dalam tambo adat alam minangkabau kita bisa mempelajari, semenjak otonomi yang diberikan itu maka nagari tidak lagi be-raja kepada daulat tetapi be-raja kepada mufakat. Negeri-negeri pada akhirnya tidak lebih dari federasi-federasi yang sekedar mengikatkan diri secara simbolik kepada raja. Revolusi secara singkat menurut Mikhail Bakunin memiliki tujuan; kebebasan bagi semua, untuk individu maupun badan-badan kolektif, asosiasi, komune, propinsi, wilayah dan negara, dan adanya jaminan bersama terhadap kebebasan ini oleh federasi Sehingga Negara, lanjut Bakunin, haruslah tidak lebih dari sebuah federasi propinsi-propinsi yang otonom.

Secara singkat memang Datuak Parpatiah telah berhasil sejauh itu tetapi angan-angannya tentang sebuah masyarakat tanpa kelas dimana negara pada akhirnya tidak lagi diperlukan belumlah tercapai. Syarat mutlak penghapusan kelas, -dan juga negara- adalah penghapusan hak milik pribadi yang sepanjang sejarah peradaban manusia senantiasa membelah masyarakat dalam kelas-kelas dimana satu kelas menguasai kelas lainnya. 

Kepemilikan individu, sebagaimana kepemilikan manusia primitif terhadap beberapa benda untuk berburu dan meramu, tetap diakui tetapi kepemilikan terhadap sumber-sumber ekonomi penting seperti tanah haruslah dikuasai secara bersama-sama. Marx menegaskan, untuk mencapai penghapusan kepemilikan pribadi itu maka diperlukan sebuah revolusi proletariat. 

Dimana Marx yakin, revolusi itu akan dimenangkan oleh golongan proletariat. Dalam fase antara kemenangan revolusi dan terbentuknya masyarakat komunis maka diperlukan diktator proletariat yang bersifat sementara untuk secepatnya melakukan perubahan kepemilikan individu terhadap faktor-faktor ekonomi (dan juga politik) menjadi kepemilikan bersama. Sehingga pada akhirnya terbentuklah masyarakat komunis idaman Marx, tanpa kelas dan tanpa negara.

Datuak Parpatiah tentu saja menyadari bahwa penguasaan aristokrat Koto Piliang terhadap tanah dan sumber-sumber ekonomi tetap saja menciptakan kelas dalam masyarakat. Bodi Caniago yang kekuatannya telah berhasil mereduksi kekuasaan Datuak Katumanggungan dan aristokrat Koto Piliang seharusnya bisa menggalang sebuah revolusi proletariat (dan hampir pasti mereka menangkan). 

Tetapi Datuak Parpatiah tidak hidup di dunia Eropa dimana kejahatan tampak begitu nyata disertai wajah bengis manusia Eropa yang menakutkan. Dia hidup dalam alam Minangkabau dimana pertentangan seringkali tersimpan dalam bentuk sindiran. Lagipula semua yang dia cita-citakan telah melewati fase-fasenya secara damai dan demokratis. Datuak Parpatiah tidak mungkin mengobarkan revolusi yang berujung pada pertikaian fisik apalagi pertumpahan darah. Konon di dalam tambo, selama masa eksilnya Datuak Parpatiah merantau hingga negeri Cina. 

Mungkin disana dia belajar fillosofi politik ala Confusius yang mengatakan bahwa negara tidak lebih dari pengejawantahan kehidupan keluarga, struktur kekuasaan negara hanyalah perluasan bentuk struktur keluarga. Confusius mengatakan bahwa anak adalah subordinat dari orang tua, begitu juga adik kepada kakak, istri kepada suami hingga kedaulatan berada di tangan seorang ayah. Dalam konteks negara istilah ini muncul dengan sebutan bapak bangsa. Budaya aristokrat dalam banyak peradaban dunia berakar dari langgam paternalisme yang mengagungkan kekuasaan laki-laki. Laki-laki lah yang menjadi sumber konflik kelas.

Datuak Parpatiah percaya bahwa keluarga adalah model dasar dari sebuah negara dengan laki-laki sebagai subjek utamanya. Dia berpikir sebaliknya, bagaimana jika perempuan yang menjadi subjek utamanya. Bagaimana jika dalam sebuah keluarga, perempuan menempati posisi tertinggi, mungkinkah konflik kelas bisa diatasi dan kepemilikan individu bisa dihapuskan. Engels mengatakan bahwa rumah tangga komunis (primitif) dicirikan oleh supremasi perempuan di dalam rumah. Hak eksklusif perempuan ini muncul karena sangat sulit bagi anak untuk mengenali orang tua laki-lakinya. 

Kegagalan semua revolusi komunis di dunia ini bersumber pada pemahaman bahwa yang diubah adalah kekuasaan bukan struktur masyarakat yang berasal dari keluarga. Revolusi komunis tampak seperti komedi berdarah-darah dari badut-badut Eropa yang tidak mengerti bahwa kepemilikan laki-laki terhadap kekuasaanlah yang menjadi sumber konflik sepanjang zaman. Datuak Parpatiah percaya aristokrasi bisa dihancurkan dengan mengembalikan supremasi rumah tangga kepada perempuan. Tetapi untuk melakukan semua rencana itu, dia tetap saja butuh seorang diktator proletariat.

Momentum itu muncul menjelang pertengahan abad ke-14. Adityawarman salah seorang petinggi kerajaan Majapahit yang sempat menjadi perdana menteri, dua kali menjadi utusan ke Cina serta memimpin penyerbuan ke Bali datang dengan balatentaranya. Adityawarman sebenarnya bukan orang yang asing, dia adalah sepupu jauh aristokrat Minangkabau dimana ibunya Dara Jingga berasal dari Darmasraya. Kegaduhan terjadi, tetapi Datuak Parpatiah melihatnya sebagai sebuah peluang untuk revolusi. 

Sebagai negara tanpa polisi (apalagi tentara) Minangkabau tidak mungkin bisa menggalang milisi untuk menghadapi Majapahit. Maka Datuak Parpatiah mencari jalan tengah yang menguntungkan Adityawarman, juga tidak merugikan Datuak Katumanggungan tetapi yang lebih penting lagi memberi jalan untuk sebuah revolusi. Dia menawarkan Adityawarman mahkota kekuasaan dengan syarat Adityawarman menikahi Putri Jamilan, adik kandung Datuak Katumanggungan sekaligus adik satu ibunya. Bagi Adityawarman yang dibesarkan oleh budaya Jawa, kekuasaan tampak seperti wangsit yang nyata, dia menerimanya. 

Untuk tidak juga menimbulkan kekecawaan pada Datuak Katumanggungan yang kehilangan mahkota, Datuak Parpatiah menginisiasi revolusi terbesar dalam adat Minangkabau yang disebut dengan Adat Batali Bacambua, “Nan dikatokan adat nan batali cambua, iyolah hubungan mamak dengan bapak, dalam susunan rumah tanggo, sarato dalam korong kampuang. Dek Datuak Parpatiah nan sabatang, didirikan duo kakuasaan, balaku diateh rumah tanggo, iyolah tungganai jo rajonyo, nan korong kampuang barajo mamak, rumah tanggo barajo kali, dirumah gadang batungganai.. Dicambua tali malakek”

Adat Batali Bacambua menegaskan terdapatnya dua kekuasaan di rumah tangga yaitu bapak dan mamak (saudara laki-laki ibu). Dimana bapak tidak lagi mewariskan kekuasaan kepada anak tetapi kepada kemenakan (anak saudara perempuan). Sedangkan suku tidak lagi diwariskan oleh bapak kepada anak tetapi dari ibu kepada anak. 

Secara politik ini memberikan implikasi Adityawarman tidak lebih dari diktator ploretariat sementara sebelum nantinya digantikan anaknya dengan putri Jamilan (yang notabene kemenakan dari Datuak Katumanggungan). Sehingga seolah-olah si anak nantinya menerima warisan ini bukan dari bapaknya tetapi dari mamaknya Datuak Katumanggungan. Dalam hal kekuasaan, Adat Batali Bacambua, menegaskan Adityawarman tidak pernah menjadi raja Minangkabau. Dia ibarat “abu di atas tunggul” setiap saat bisa ditiup karena sumber kekuasaan sekarang berada di tangan putri Jamilan.

Implikasi lebih luas dari adat batali bacambua adalah supremasi perempuan di atas kekuasaan bapak dan mamak. Perubahan dari patrilineal yang senantiasa menjadi sumber pertentangan kelas sepanjang zaman ke matrilineal. Kepemilikan harta keluarga berada di tangan perempuan dan kemudian dikelola secara bersama-sama. 

Karena fitrahnya perempuan tidak mampu mengelola harta terutama dalam bentuk tanah sendirian maka kepemilikan individu terhapuskan menjadi kepemilikan kaum, suku atau paruik. Keputusan-keputusan terkait dengan harta bersama yang disebut harato pusako itu ditentukan oleh musyawarah para mamak. 

Kepemilikan atas nama perempuan dengan keputusan dan pengelolaan secara kolektif ini akan menjamin tidak seorang pun dari anggota masyarakat akan mengalami keterasingan, tekanan dan kelangkaan. Harta pusaka diwariskan kepada anak perempuan untuk kemudian kembali dikelola secara bersama-sama oleh para laki-laki di dalam rumah gadang. Perlahan-lahan kelas sosial terhapuskan dalam masyarakat Minangkabau sehingga feodalisme nyaris tidak dikenal dalam kebudayaan Minangkabau. Peran negara pun semakin surut bahkan nyaris tinggal sebagai mitos yang tidak menimbulkan ketakutan. Sebab pada saat kolektifisme telah menghapuskan kepemilikan individu maka kesetaraan antar manusia terciptakan. 

Mereka hidup di dalam Nagari-Nagari yang juga otonom dan tidak be-raja kepada daulat manapun kecuali kepada mufakat atau demokrasi. Sebelum pengaruh Aceh dan Belanda kemudian masuk, komunisme di Minangkabau bukanlah sebuah utopia. Dalam pemahaman sempit saya tentang teori-teori komunisme, revolusi komunisme Datuak Parpatiah Nan Sabatang mungkin satu-satunya revolusi komunis di dunia ini yang berhasil menghapuskan kelas dan negara. Kuncinya bukan pada gegap gempita revolusi berdarah ala badut-badut Eropa tetapi mengembalikan supremasi rumah tangga kepada kaum perempuan.

Saya tidak sedang mengagung-agungkan sebuah kebudayaan yang memang sudah terlanjur agung. Tulisan ini hanya refleksi saya terhadap sebuah suku bangsa yang tengah kehilangan identitas, Minangkabau. Yang terjadi di Minangkabau adalah kebalikan dari tesis Marx yang menyatakan komunisme akan mengalahkan kapitalisme. Di Minangkabau saat ini, komunisme (dalam batas-batas pemahaman ilmiah dan primitif yang mungkin sering juga diartikan sebagai komunalisme) terkapar oleh kekuatan kapitalisme. 

Masyarakat Minangkabau ciut oleh zaman yang tidak siap mereka hadapi. Supremasi perempuan di rumah tangga tergerus oleh peran bapak yang dominan karena semuanya sekarang diukur dengan materi. Para mamak seringkali menjadi pecundang di antara kemenakannya. Tunganai seringkali “bertinju” dengan Rang Sumando untuk harato pusako. 

Rang Rantau pulang jadi “Pamanggak” dan bukan jadi suri tauladan. Dalam banyak keluarga yang berantakan itu, masa depan Minangkabau tampaknya semakin suram saja. Bila Tan Malaka sekarang masih hidup, tentu suaranya tidak akan lagi nyaring menyatakan bahwa Minangkabau adalah masyarakat komunis tanpa penjara. Minangkabau tengah sekarat.

Rico Hermawan

Tulisan ini berasal dari novelis E.S Ito.

Model Pesawat Terbang Kuno

Apakah keganjilan-keganjilan prasejarah mengenai konsep pesawat terbang modern hanya bisa kita temukan di Mesir dan India saja? jawabannya tentu saja tidak.



Di beberapa wilayah di sekitar Amerika Tengah hingga kebeberapa bagian negara di Amerika Latin, banyak ditemukan artifak-artifak purbakala yang berbentuk sangat mirip dengan desain pesawat terbang modern pada umumnya. Artifak-artifak yang keseluruhannya terbuat dari bahan dasar emas tersebut diperkirakan telah berusia 1000 tahun lebih.

Apabila desain dari pesawat terbang di kuil Abydos masih berupa relief, lain halnya dengan benda peninggalan masa silam yang satu ini. Yup, artifak-artifak ini benar-benar berupa arca-arca kecil, mungkin boleh dibilang sebagai replika dari dari sebuah wahana bersayap yang masih sangat sulit untuk di identifikasi jenisnya.

Para ahli purbakala menyebut obyek-obyek kecil ini sebagai zoomorpic, yang artinya hewan berbentuk suatu obyek tertentu. Namun apabila artifak-artifak kecil tersebut merupakan penggambaran bentuk tubuh suatu jenis hewan tertentu, maka hewan apakah yang dapat mewakilinya? Jika dibandingakan dengan artifak-artifak kuno berbentuk makhluk hidup dari seluruh kebudayaan diseluruh dunia, maka yang satu ini sangatlah berbeda.

 Karakteristiknya sangat berbeda dengan artifak peninggalan kebudayaan lainnya yang pada umumnya berbentuk realistik dan sangat mudah dikenal hanya dengan melihat bentuk morfologinya saja.
Ada beberapa jenis hewan terbang seperti burung (unggas) dan serangga serta beberapa mamalia seperti tupai terbang dan oppossum. kemudian ada beberapa jenis kadal, ada juga jenis-jenis ikan tertentu yang juga dapat meluncurkan tubuhnya secara singkat ke udara.

Tapi, dari semuanya itu, hewan jenis apakah yang lebih tepat untuk mewakili obyek-obyek misterius tersebut? Merlihat dari bentuk-nya saja, dapat diperkirakan jika benda tersebut bukan merupakan penggambaran menganai makhluk hidup jenis apapun. Seharusnya para sarjana tidaklah perlu terlalu memaksakan dirinya untuk terlalu ngotot menyebutkan bahwa obyek-obyek tersebut merupakan penggambaran dari suatu spesies hewan.

Kini, saatnya kita harus sedikit membuka pikiran mengenai ketidakmungkinan prasejarah menjadi sesuatu yang mungkin saja terjadi. Anak kecil sekali pun tidak akan mengimajinasikan obyek itu sebagai burung apabila diperlihatkan kepadanya. Mungkin, mereka akan lebih suka menyebutnya sebagai “mainan” berbentuk pesawat terbang. Walaupun demikian, sesungguhnya masih terlalu sulit bagi kita untuk mengidentifikasi/menentukan obyek apakah yang diukir oleh para pemahat-pemahat masa silam ini.

Apakah benar artifak-artifak ini bisa dijadikan bukti kuat bahwa peradaban prasejarah telah memasuki zaman aeronautika? mungkin masih sangat sulit untuk mendapatkan jawaban yang benar-benar memuaskan.






Gambar-gambar di atas ditemukan pada balok atas penyangga langit-langit sebuah ruangan kuil kerajaan Mesir Kuno, yang lokasinya berada di Abydos, beberapa ratus mil sebelah selatan Kairo dan plato Giza. Objek-objek pada gambar tersebut, dilihat dari perlengkapan fisiknya adalah pesawat yang dioperasikan di dalam lapisan berudara seperti di permukaan bumi, bukan untuk ruang angkasa yang hampa udara.

Karena itu digunakan sayap samping dan ekor serta baling-baling. Kuil Abydos ini dibangun untuk Dewa Osiris oleh firaun Mesir kuno, Seti I (1306-1290 SM) dan diselesaikan oleh penerusnya, Ramses II
Selain itu pada 1898, dari sebuah makam kuno di Saqquara, Mesir, yang diperkirakan dibuat pada 200 SM, juga telah ditemukan sebuah replika pesawat yang formatnya mirip dengan pesawat terbang modern. Benda ini kini disimpan di Museum Kairo, Mesir.

Sketsa rancangan pesawat terbang pada masa peradaban Mesir Kuno
Sketsa rancangan pesawat terbang pada masa peradaban Mesir Kuno

Dari China dilaporkan bahwa telah ditemukan beberapa buah dokumen sanskrit di Lhasa, Tibet dan lalu dibawa ke Universitas Chandrigargh untuk diterjemahkan. Dr. Ruth Reyna dari Universitas itu menjelaskan bahwa dokumen tersebut ternyata berisi petunjuk untuk membuat pesawat luar angkasa. Cara-cara pembuatan mereka, katanya, adalah anti-gravitasi dan berasaskan kepada satu sistem analog yaitu “laghima”, satu sumber tenaga yang tidak diketahui oleh manusia modern. Menurut ahli Yoga Hindu, “laghima” ini menjadikan seseorang itu mempunyai kemampuan untuk terbang.

Dokumen sanskrit kuno juga menyebutkan bahwa, Maharaja India, Ashoka telah membentuk sebuah kelompok “Sembilan Lelaki Misterius” yang terdiri atas para ilmuwan terkenal India yang dikatakan mengkatalogkan berbagai jenis sumber-sumber sains.

Ashoka telah merahasiakan kerja-kerja mereka semua karena ia merasa bahwa penemuan ilmiah yang terbaru itu akan terpasung dari sumber India kuno itu sendiri dan justru bisa jadi akan disalahgunakan bagi tujuan peperangan yang kejam, yang mana tidak diinginkan oleh Ashoka sendiri. “Sembilan lelaki misterius” telah menulis sembilan buah buku yang saling berkaitan antara satu sama lain, bertajuk “Rahasia-rahasia Gravitasi”. Mereka menyebut kendaraan angkasa tersebut dengan Vimana / Astras. China menyatakan akan mempelajari lebih lanjut dokumen tersebut untuk program kajian angkasanya.



Waw, Klo begitu berarti jauh-jauh sebelum Wright Bersaudara menciptakan pesawat Terbang, Peradaban-Peradaban zaman dulu,seperti Mesir Kuno,Sumeria,Yunani Kuno dan mungkin Atlantis telah mengenal alat transportasi tersebut dong?.Pantesan,dari bermacam-macam buku yang aku baca, mengenai peradaban Atlantis yang menghilang,dikisahkan memang pada masa itu Teknologinya sudah maju,walaupun dari segi arsitektur teknologinya masih lebih modern sekarang. Tapi pengenalan terhadap macam-macam benda semacam Lemari Es,dll talah ada sebelumnya

Misteri Tsansa, Jenglot dari Amerika Selatan

Jenglot Tsansa  
 
Barangkali kita sudah tidak asing lagi mendengar istilah Jenglot. Yaitu, figur manusia super mini yang hanya seukuran 10-12 cm, yang konon katanya adalah fosil dari orang ‘berilmu’ tinggi yang menyusut dan memiliki kekuatan magis.
 
Tak hanya di Indonesia, Jenglot ternyata juga ada di Amerika Selatan. Mereka menyebutnya dengan istilah Tsansa. Bedanya, bila di Indonesia adalah wujud tubuh utuh yang menyusut, namun si Tsansa (Jenglot di Amerika Selatan) ini hanya bagian kepalanya yang menyusut. 

Beda lainnya juga yakni, Jenglot Indonesia belum ada atau bisa dibuktikan secara ilmiah proses penyusutannya (masih menjadi misteri), sebaliknya kepala menyusut atau Shrunken Head di Amerika Selatan proses penyusutannya dapat di jelaskan secara ilmiah dan bukan karena ‘Hal Magis’.

 
 
Kepala menyusut, atau shrunken head awalnya menjadi mitos yang sangat menakutkan di kawasan Amerika. Dulu, para penjelajah di kawasan Barat Amerika ngeri bila harus bertemu dengan suku Indian karena dua hal: kepala yang dikuliti (scalp) dan kepala yang dibuat kecil hingga seukuran bola tenis atau lebih kecil lagi.

 
 
Namun perlu diketahui bahwa tidak semua suku Indian mempraktekan aksi brutal tersebut. Legenda mengenai shrunken head menyebar di daerah Amerika Selatan, tepatnya di hutan hujan Amazon. Di tempat ini terdapat suku Shuar, Achuar, Huambisa, dan Aguaruna yang suka memburu kepala manusia untuk disusutkan. Mereka menyebutnya Tsansa (tzantza).

Nah, dalam edisi terbaru jurnal Archaeological and Anthropoligcal Sciences, para peneliti telah menganalisa bukti DNA yang mengungkapkan kisah legenda suku pemburu kepala di Amazon memang nyata.

Suku-suku tersebut membuat kepala jadi mengecil tidak dengan cara magis, tetapi dengan menghilangkan tengkorak dari kepala (setelah memenggal kepala musuh). Sayatan dibuat di bagian belakang leher dan semua kulit dan daging akan dihapus dari tempurung kepala. Biji merah ditempatkan di bawah kelopak mata dan kelopak mata yang dijahit tertutup.

Lalu bola kayu akan ditempatkan sebagai pengganti tengkorak untuk membentuk kepala ‘baru’ yang lebih kecil. Daging tersebut kemudian direbus dalam air yang telah diisi dengan sejumlah jamu yang mengandung tanin.

“Setelah dipenggal, kepala musuh dengan teliti diciutkan melalui proses perebusan dan pemanasan dalam perayaan spiritual. Ini bertujuan agar roh jahat musuh terkunci. Proses ini juga untuk melindungi pembunuhnya dari balas dendam roh musuh,” papar Gila Kahila Bar-Gal, penulis penelitian kepada Discovery News.

Konon, praktek tsansa ini memiliki makna keagamaan. Menyusutkan kepala musuh diyakini bisa mengambil semangat (spirit) si korban dan memaksanya melayani sang pemilik kepala. Hal ini juga untuk mencegah jiwa korban membalas kematiannya.

Penguasaan orang kulit putih di Amerika sempat menambah buruk perlakuan biadab ini. Orang kulit putih ternyata gemar mengoleksi tsansa, sehingga banyak praktek jual-beli tsansa. Dilaporkan, di tahun 1930-an harga sebuah tsansa hanya dibandrol 25 dollar saja.

 
 
Meningkatnya permintaan pasar juga membuat beberapa orang di Panama dan Kolombia membuat tsansa palsu. Mereka menggunakan mayat dari rumah duka atau kepala monyet. Seorang peneliti, Kate Duncan sempat menulis, “Diperkirakan bahwa sekitar 80 persen tsantsa di tangan swasta dan museum adalah palsu.”

Untungnya pemerintah Peru dan Ekuador telah melarang praktek ini.
Bagaimana dengan Jenglot di Indonesia? Apakah proses penyusutannya sama juga dengan Jenglot di Amerika Selatan? 

Sumber

Jangan Mengikuti Cara Hidup Yahudi dan Nashrani

dickens_irving

Hari ini berapa banyak para pemimpin Islam dan orang-orang Islam yang meminta perlindungan, pertolongan, dan memberikan wala' (loyalitas) nya kepada Yahudi dan Nashrani, dan bahkan mengikuti cara hidup mereka. Mengapa para pemimpin Islam dan orang-orang Islam bersikap demikian? Karena didalam dada mereka sudah tertanam adanya : "khauf" (rasa takut).
 
Maka Allah Rabbul Alamin menurunkan diktum (undang-undang) yang bersifat final dan baku, yang menjadi hukum dasar bagi para pemimpin Islam dan orang-orang Islam, bagaimana mensikapi golongan Yahudi dan Nashrani. Dalam seluruh aspek kehidupan yang ada. Firman-Nya :
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nashrani sebagai teman setiamu, mereka satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa diantara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim". (QS  al-Maidah 5:51)
 Dalam tafsir at-Tabari, menjelaskan, bahwa menurut riyawat As-Saddi, ketika terjadi perang Uhud, dan suasana semakin mencekam, ada sebagian orang Islam yang merasa takut tertawan oleh orang-orang kafir. Mereka pun bermaksud mencari perlindungan kepada orang Yahudi di negeri Dahlak, dan orang-orang Nashrani di Syam, dan bersedia mengikuti cara hidup mereka. Maka turunlah ayat al-Maidah : 51, yang melarang mereka melakukan perbuatan itu.
 
Menurut at-Tabari ayat ini menjelaskan urusan "wala" (loyalitas). Allah melarang orang-orang beriman untuk berwala' kepada orang-orang Yahudi dan Nashrani dengan cara menjadikan mereka pemimpin, penolong, teman setia, dan mengikuti cara hidup mereka. Karena barangsiapa melakukan hal itu, maka Allah akan menggolongkan ke dalam golongan orang-orang yang diikuti baik itu Yahudi ataupun Nashrani.
 
 Maka, orang-orang Mukmin (beriman) hendaknya tidak menjadikan orang-orang Yahudi dan Nashrani sebagai pemimpin, pelindung, dan teman setianya. Apalagi bila telah nampak sikap permusuhan dari orang-orang Yahudi dan Nashrani itu kepada Allah, Rasulullah dan orang-orang Mukmin. Barangsiapa lebih memilih orang-orang Yahudi dan Nashrani itu sebagai penolong, pelindung, dan teman setianya, maka dia berarti telah menjadi musuh Allah, Rasulullah dan orang-orang Mukmin. Hal itu merupakan perbuatan zalim dan Allah tidak akan memberi pentunjuk kepada orang-orang zalim.
 
Dibagian lain, Ibnu Katsir, menjelaskan surah al-Maidah ayat 51 itu, menegaskan bahwa Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk menjadikan orang Yahudi dan Nashrani sebagai teman setia. Kaum Yahudi dan Nashrani merupakan musuh Islam dan umat Islam seluruhnya.
 
Kemudian, selain menjelaskan kaum beriman (orang Mukmin) satu sama lainnya saling melindungi, ia juga mengancam siapapun yang melanggar larangan-Nya itu. Dia berfirman : "Barangsiapa diantara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka".
 
 Ibnu Abu Hatim meriwayatkan bahwa Umar meminta Abu Musa untuk mengusulkan atau melaporkan setiap hal yang ia lakukan daam  satu paket. Abu Musa memiliki juru tulis (sekretaris) yang Nashrani dan melaporkannya kepada Khalifah Umar. Umar merasa heran. Umar bertanya kepada Abu Musa : "Dia seorang juru tulis yang seharusnya menjadi orang kepercayaan". Apakah kamu bisa membaca surat yang datang dari Syam di dalam masjid-masjid?". Abu Musa menjawab, "Dia tidak bisa melakukannya". Tanya Umar lagi: "Apakah dia orang asing?". "Bukan.Dia seorang Nashrani", jawab Abu Musa. Lalu Umar menghardik saya (Abu Musa), dan menepuk paha saya. "Bawa dia keluar", ujar Umar. Kemudian, Umar membacakan ayat : "Wahai  orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nashrani sebagai teman setiamu".
 
 Diktum dalam al-Qur'an, yang termaktub dalam surah al-Maidah ayat 51 itu, bersifat kekal, yang menyangkut sikap dan bagaimana melihat orang Yahudi dan Nashrani. Mereka adalah musuh Allah Rabbul Alamin. Mereka menjadikan "Uzair dan Isa" sebagai anak Tuhan dan Tuhan, yang merupakan sikap yang menduakan Allah Azza Wa Jalla, dan merupakan perbuatan syirik, yang dilaknat oleh Allah.
 
Sepanjang sejarah Yahudi dan Nashrani melakukan permusuhan yang sangat nyata terhadap orang-orang Mukmin, yang tidak pernah selesai. Permusuhan antara ahlul haq dengan ahlul bathiil. Selamanya.
Bagaimana mungkin orang-orang Mukmin, termasuk para pemimpin Islam, bermesraan, meminta pertolongan, perlindungan, dan memberikan wala' kepada mereka, sedangkan mereka adalah musuh Allah dan Rasul-Nya.
 
Banyak para pemimpin Islam dan orang-orang Islam yang meminta pertolongan kepada Amerika, Eropa, dan negara-negara kafir lainnya, yang sudah nyata-nyata mereka menjadi musuh, dan menumpahkan darah orang-orang mukmin, yang tanpa haq, seperti yang terjadi di bumi Palestina, Irak, Afghanistan, Somalia, Chechnya, dan Bosnia. Mereka sangat nyata-nyata permusuhannya.
 
Ketika para pemimpin Islam dan orang-orang Islam, yang sudah hatinya terkena penyakit "khauf" dan "wahn", maka mereka, para pemimpin Islam dan orang-orang Islam datang berbondong-bondong kepada Yahudi dan Nashrani meminta pertolongan, perlindungan, dan berwala' kepada mereka. Bukan hanya sekadar menghadiri upacara Natal dan mengucapkan Natal, tetapi sudah menjadi Yahudi dan Nashrani sebagai teman setia mereka.
 
 Karena itu, hari ini para pemimpin Islam dan orang-orang Islam, termasuk mereka yang berada dalam "Harakah Islamiyah" (Gerakan Islam) telah menjadi hina, dan bertekuk lutut dihadapan Yahudi dan Nashrani, dan menjadi "demokrasi" sebagai sesembahan mereka, dan diikuti dengan sesembahan lainnya, yang disebut kata, "koalisi", menyebabkan mereka menjadi "tasabuh" (menyerupai) atau"talbis", menyerupai dan bercampur dengan Yahudi dan Nashrani dalam bab aqidah dan muamalah.
 
 Mereka sudah tidak barani lagi menyatakan identitas, jati diri secara terang-terangan  sebagai Mukmin, dan menegaskan Islam sebagai agama yang syumul (sempurna), dan menegakkan prinsip (mabda') Islam dalam seluruh aspek kehidupan, dan menggunakan prinsip dari Yahudi dan Nashrani.
 
Sampai-sampai ada seorang tokoh Partai Islam,  harus perlu membuat spanduk besar-besar, di sebuah jalan di Jakarta, dan hanya sekadar mengucapkan: "Selamat Natal", kepada orang-orang Nashrani, yang akan merayakan Natal.
 
 Karena, dia mengharapkan pertolongan dari orang-orang Nashrani. Bukan dari Allah, Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin.  Wallahu'alam.
 
 Sumber: eramuslim

Misteri Harta Karun Nabi Sulaeman A.S

Harta Karun Nabi Sulaeman 

Pada hari elasa, 6 Februari 2007, Zionis-Israel telah secara terang-terangan memulai proyek penghancuran Masjidil Aqsha yang merupakan masjid tersuci ketiga bagi umat Islam sedunia.

Jika sebelumnya kaum Zionis ini melakukan hal tersebut secara diam-diam, bahkan menyangkalnya dengan berbagai dalih, namun di hari kedua bulan Februari ini mereka telah menyatakan secara terbuka bahwa mereka memang berniat menghancurkan masjid yang pernah menjadi kiblat pertama bagi kaum Muslimin.

Upaya Zionis-Israel untuk menghancurkan Masjidil Aqsha sudah lama diketahui dunia. Keinginan mereka untuk membangun kembali Haikal Sulaiman (The Solomon Temple), di atas reruntuhan Masjidil Aqsha juga telah menjadi rahasia umum. Hanya saja, apa dasar ideologi dan maksud-maksud tersembunyi di balik penghancuran Masjidil Aqsha dan pendirian Haikal Sulaiman tersebut, hal ini masih menjadi pertanyaan besar.

Klaim Sepihak 

Haikal Sulaiman diyakini dibangun tahun 960 SM oleh Nabi Sulaiman a.s, 370 tahun kemudian bangsa Babylonia menginvasi Yerusalem dan menghancurkan kuil tersebut. Setelah itu, tentara Persia yang dipimpin Cyrus merebut Yerusalem dari tangan Babylonia dan membangun kembali Haikal Sulaiman. Tahun 70 M, pasukan Romawi menyerang Yerusalem dan menghancurkan kembali Haikal Sulaiman rata dengan tanah.
Abad demi abad terus berjalan, namun cita-cita kaum Zionis-Yahudi untuk membangun kembali Haikal Sulaiman terus terpelihara dengan baik di dalam memori bangsanya.

Ketika gerakan Zionisme Internasional menyelenggarakan kongresnya yang pertama di Bassel, Swiss, tahun 1897, memori ini menemukan momentumnya dan Theodore Hertzl menyerukan agar semua Yahudi Diaspora berbondong-bondong memenuhi Tanah Palestina yang disebutnya sebagai Tanah Perjanjian.


Atas klaim sepihak, kaum Zionis ini mengatakan bahwa di bawah tanah Masjidil Aqsha inilah Haikal Sulaiman berdiri. Sebab itu, mereka mengatakan tidak ada pilihan lain kecuali menghancurkan Masjidil Aqsha dan kemudian membangun kembali Haikal Sulaiman di atasnya.

Bagi kaum Zionis, Haikal Sulaiman merupakan pusat dari dunia. Bukan Makkah, bukan pula Vatikan. Haikal Sulaiman-lah pusat seluruh kepercayaan dan pemerintahan segala bangsa. Keyakinan ini bukanlah berangkat tanpa landasan.

Dalam keyakinan Yudaisme yang sesungguhnya telah bergeser jauh dari Taurat yang dibawa oleh Musa a. S., bangsa Yahudi meyakini bahwa di suatu hari nanti seorang Messiah (The Christ) akan mengangkat derajat dan kedudukan bangsa Yahudi menjadi pemimpin dunia.

Kehadiran Mesiah inilah yang menjadi inti dari semangat kaum Yahudi untuk memenuhi Tanah Palestina. Namun hal ini menjadi perdebatan utama di kalangan Yahudi yang pro-Zionis dengan yang anti-Zionis.
Bagi yang pro-Zionisme, mereka menganggap Kuil Sulaiman harus sudah berdiri untuk menyambut kedatangan Messiah yang akan bertahta di atas singgasananya. Sedangkan bagi kaum Yahudi yang menolak Zionisme, bagi mereka, Messiah sendirilah yang akan datang dan memimpin pembangunan kembali Haikal Sulaiman yang pada akhirnya diperuntukkan bagi pusat pemerintahan dunia (One World Order).

Mengenai benar tidaknya lokasi bekas reruntuhan Kuil Sulaiman tepat berada di bawah Masjidil Aqsha, para sejarawan masih berbeda pendapat. Beberapa peneliti bahkan meyakini bahwa wilayah bekas berdirinya Kuil Sulaiman tersebut sesungguhnya berasa di luar kompleks Masjidil Aqsha sekarang ini.
Sejak menjajah Yerusalem di tahun 1967, kaum Zionis selalu berupaya merusak Masjidil Aqsha. Tahun 1969 sekelompok Yahudi fanatik berupaya membakar Masjid ini. Mereka juga terus melakukan penggalian di bawah tanah Masjidil Aqsha dengan alasan tengah melakukan riset arkeologis.

Belum cukup dengan itu, di dalam terowongan-terowongan yang digali, mereka juga mengalirkan air dalam jumlah besar dengan tujuan menggoyahkan kekuatan tanah di bawah masjid agar pondasi masjid menjadi rapuh. Akibatnya sekarang ini banyak pondasi masjid yang sudah rapuh dan jika ada gempa bumi sedikit saja maka bukan mustahil Masjidil Aqsha bisa runtuh.

Sekarang, tentara Zionis sudah secara terang-terangan hendak menghancurkan Masjidil Aqsha. Mereka tidak lagi mengeluarkan dalih macam-macam. Apakah ini merupakan tanda bahwa mereka sudah yakin bahwa sebentar lagi Messiah yang dinanti-nantikan akan segera hadir?

Memperdaya Pemeluk Kristen guna mencapai tujuannya, kaum Zionis tidak berusaha sendirian. Mereka juga memperdaya musuh-musuhnya yakni umat Kristen dan kaum Muslimin. Untuk memperdaya umat Kristiani, kaum Zionis menyusupkan nilai-nilai Talmud ke dalam Bibel seperti yang terjadi atas Injil Scofield atau Injil Darby.

Bahkan Injil versi King James sebagai Injil resmi Barat pun demikian. Sebab itu, tidak aneh jika sekarang ini sikap politik umat Kristiani seolah sama sebangun dengan kaum Yahudi. Padahal di dalam banyak ayat-ayat Talmud, kaum Yahudi ini begitu keras permusuhannya terhadap Kristen dan Yesus.

Keyakinan Injil juga menyebutkan tentang hadirnya The Christ kembali ke muka bumi (Maranatha atau The Second Coming) dalam wujud Tuhan seutuhnya. Kaum Yahudi menggiring opininya bahwa Maranatha tidak akan terjadi sebelum Haikal Sulaiman berdiri kembali di Yerusalem.

Kesamaan pandangan inilah yang membuat orang-orang Kristen mendiamkan ulah kaum Zionis yang hendak menghancurkan Masjidil Aqsha. Orang-orang Kristen ini telah terbius dengan retorika dan racun Zionis sehingga tidak bisa bersikap kritis dan mereka lupa bahwa salah satu agenda utama Zionis ini adalah juga meruntuhkan Tahta Suci Vatikan dan memindahkannya ke Yerusalem.

Dari sisi hukum internasional, upaya penghancuran Masjidil Aqsha juga tidak bisa dibenarkan. Berdasarkan Resolusi DK-PBB Nomor 242 dan beberapa resolusi lainnya, rezim Zionis Israel wajib melindungi masjid ini dan menuntut Zionis agar mundur dari seluruh wilayah Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza, dan menyerahkan wilayah itu kepada penduduk aslinya yang tak lain adalah rakyat Palestina. Namun dalam tataran praktek, resolusi ini tidak dijalankan.


Menurut keyakinan Yahudi, jika Messiah sudah bertahta di atas singgasana Haikal Sulaiman, maka Messiah itu akan memimpin kaum Yahudi untuk memerangi siapa pun yang tidak mau tunduk pada The New World Order, yakni si Yahudi itu sendiri. (Rz)


==============**************************============


Haikal – Kuil Nabi Sulaiman Yang Ingin Dibina Semula!!!


Siapakah yang ingin membina semula Haikal Sulaiman (The Solomon Temple) ini? Di manakah lokasinya? Jawapannya mudah sahaja, Kaum yang ingin membina semula ialah Yahudi dan lokasi kuil itu ialah Masjidul Aqsa!!


Jika sebelumnya kaum Zionis ini secara bersembunyi, bahkan berdolak dalih, namun bulan Februari lalu mereka telah menyatakan secara terbuka, ingin menghancurkan Masjidul Aqsa.

Mereka sudah lama berusaha untuk merobohkan Masjidul Aqsa kerana keinginan mereka untuk membangun kembali Haikal Sulaiman (The Solomon Temple), di atas reruntuhan Masjidul Aqsa. Tetapi mereka masih menyembunyikan matlamat mereka.

Apa itu Haikal Sulaiman (The Solomon Temple)

Haikal Sulaiman dipercayai didirikan pada tahun 960 SM oleh Nabi Sulaiman a.s, 370 tahun kemudian bangsa Babilyon menaluk Juruseleem dan menghancurkan kuil tersebut. Setelah itu, tentara Parsi yang dipimpin Cyrus menaluki Yerusalem dari tangan Bibilon dan membangun semula Haikal Sulaiman.

Tetapi pada tahun 70 M, pasukan Romawi menyerang Jurusalem dan menghancurkan kembali Haikal Sulaiman meratakannya separas tanah.

Kurun demi kurun berlalu, namun cita-cita kaum Zionis-Yahudi untuk membangun kembali Haikal Sulaiman terus membara. Kerana bagi mereka Haykkal sulaiman yang termaktub dalam torrah (kitab Taurat) itu adalah pusat dunia dan di situ bakal lahirnya Massiah (pembela) bagi kaum Yahudi. Jadi mereka memerlukan persedian untuk menyambut Massiah.

Rancangan telah lama disusun, ketika gerakan Zionisme Internasional memulakan kongres pertama di Bassel, Swiss, tahun 1897, seorang paderi besar Yahudi, Theodore Hertzl menyerukan agar semua Yahudi dari seluruh dunia kembali semula ke Tanah Palestin yang disebutnya dalam Taurat sebagai sebagai Tanah Perjanjian.

Atas pendapat kaum Zionis, bahawa di bawah tanah Masjidil Aqsha inilah Haikal Sulaiman berdiri. Sebab itu, mereka berpendapat tidak ada pilihan lain kecuali menghancurkan Masjidul Aqsa dan kemudian membangun kembali Haikal Sulaiman di atasnya.

Dalam keyakinan Yahudi yang sesungguhnya telah tersasar dari Taurat yang dibawa oleh Musa a. S., bangsa Yahudi meyakini bahwa di suatu hari nanti seorang Messiah (penyelamat) akan menjadi pembela kaum Yahudi dan memimpin dunia. Inilahlah yang menjadi intipati perjuangan mereka untuk merebuat kembali Baitulmukadis.

Mereka percaya, Kuil Sulaiman misti dibena untuk menyambut kedatangan Messiah yang akan bertahta di atas singgasananya. Sedangkan bagi kaum Yahudi yang menolak Zionisme, bagi mereka, Messiah sendirilah yang akan datang dan memimpin pembangunan kembali Haikal Sulaiman yang pada akhirnya diperuntukkan bagi pusat pemerintahan dunia (One World Order).

Lokasi sebenar Kuil Sulaiman, para sejarawan masih berbeza pendapat. Ramai yakin kuil itu berada diluar kawasan Misjidul Aqsa. Tetapi dikalangan orang Yahudi percaya kuil tersebuat berada di bawah Masjidul Aqsa. Itulah sebabnya mereka mengali trowong dan mencari bukti di bawah masjid. Penggalian juga sebagai salah satu stratigi untuk meruntuhkan masjid itu. Antara usaha merosakkan Masjidul Aqsa ialah pada tahun tahun 1969 sekelompok Yahudi fanatik berupaya membakar Masjid ini. Mereka juga terus melakukan penggalian di bawah tanah Masjidil Aqsha dengan alasan untuk kajian arkeologis.

Belum cukup dengan itu, di dalam terowongan-terowongan yang digali, mereka juga mengalirkan air dalam jumlah besar dengan tujuan menggoyahkan kekuatan tanah di bawah masjid agar asas masjid menjadi tidak stabil.

Sekarang, tentara Zionis sudah secara terang-terangan hendak menghancurkan Masjidul Aqsa. Mereka tidak berdalih lagi. Apakah ini merupakan tanda bahwa mereka sudah yakin bahwa sebentar lagi Messiah yang dinanti-nantikan akan segera hadir?

Hari Akhir

Selepas berdirinya Kuil Sulaiman, ‘Presiden’ Zionis-Israel akan menghantar sepucuk surat kepada Perdana Menteri Itali (Vitican), meminta agar Itali mengembalikan seluruh harta karun dan benda-benda berharga untuk memenuhi kompleks Tahta Suci kepada mereka.Kaum Zionis masih ingat, ketika di tahun 70M, pasukan Romawi menyerbu Yerusalem dan banyak harta karun dari Kuil Sulaiman di curi dan membawanya ke Vatikan.


Jika harta karun sudah dikembalikan, maka ada satu syarat lagi menjelang hadirnya Messiah, yakni mereka harus menyembelih serta membakar seekor kambing betina berbulu merah berusia tiga tahun dan belum pernah melahirkan anak. Untuk tujuan ini pun kaum Zionis telah membuat persiapan. 

Mereka mencipta proses kajian genatik, di tahun 1997, mereka telah mencipta seekor kambing dengan ciri-ciri tersebut. Hanya saja, penyembelihan dan pembakaran sapi merah ini misti dilakukan di atas kaki Bukit Zaitun.Masalahnya, daerah ini sekarang belum dijajah Zionis-Israel seperti wilayah Palestina lainnya. Kaki Bukit Zaitun masih berada di tangan Plastin. Sebab itu, kaum Zionis selalu berusaha menghalau orang Plastin dari wailayah itu.

Memperdaya Orang Kristen


Guna mencapai tujuannya, kaum Zionis tidak berusaha sendirian. Mereka juga memperdaya musuh-musuhnya yakni umat Kristen dan kaum Muslimin. Untuk memperdaya umat Kristiani, kaum Zionis menyusupkan nilai-nilai Talmud ke dalam Bibel seperti yang terjadi atas Injil Scofield atau Injil Darby.
Bahkan Injil versi King James sebagai Injil rasmi Barat pun demikian. Sebab itu, tidak aneh jika sekarang ini sikap politik umat Kristiani seolah-olah membantu kaum Yahudi. Padahal di dalam banyak ayat-ayat Talmud, kaum Yahudi ini begitu benci terhadap Kristen.

Keyakinan Injil juga menyebutkan tentang hadirnya The Christ kembali ke muka bumi (Maranatha atau The Second Coming) dalam wujud Tuhan. Kaum Yahudi menyatakan pada Kristian bahawa The Christ tidak akan turun selagi Haykkal tidak didirikan.

Kesamaan pandangan inilah yang membuat orang-orang Kristen mendiamkan diri bila kaum Zionis hendak menghancurkan Masjidil Aqsha. Orang-orang Kristen ini telah ditipu dan diracuni Zionis sehingga tidak mampu membangkang dan mereka lupa bahwa salah satu agenda utama Zionis ini adalah juga menghancurkan Tahta Suci Vatikan dan memindahkannya ke Yerusalem.


Menurut keyakinan Yahudi, jika Messiah sudah bertahta di atas singgasana Haikal Sulaiman, maka Messiah itu akan memimpin kaum Yahudi untuk memerangi siapa pun yang tidak mau tunduk pada The New World Order, yakni si Yahudi itu sendiri.